WHO Umumkan Obat Ke-2 untuk Bantu Tangani Pasien Covid-19, Diproduksi Swiss & Digunakan untuk Kanker

Hello sobat seciko, Berita hari ini Jumat 6 Agustus 2021, ada kabar mengejutkan yang banyak mencuri perhatian masyarakat. Berita tersebut saya beri judul WHO Umumkan Obat Ke-2 untuk Bantu Tangani Pasien Covid-19, Diproduksi Swiss & Digunakan untuk Kanker. Berita yang kami rangkum disini berasal dari kanal youtube Tribunnews.com. Anda bisa menonton informasi terbaru ini melalui video yang Saya cantumkan di bawah ini.

WHO Umumkan Obat Ke-2 untuk Bantu Tangani Pasien Covid-19, Diproduksi Swiss & Digunakan untuk Kanker

Jika kamu ingin menonton berita ini berulang kali, kami sarankan untuk mengunduh Video WHO Umumkan Obat Ke-2 untuk Bantu Tangani Pasien Covid-19, Diproduksi Swiss & Digunakan untuk Kanker melalui Tautan Unduhan yang sudah Kami sediakan.

Berikut WHO Umumkan Obat Ke-2 untuk Bantu Tangani Pasien Covid-19, Diproduksi Swiss & Digunakan untuk Kanker yang berhasil penulis rangkum:

Video WHO Umumkan Obat Ke-2 untuk Bantu Tangani Pasien Covid-19, Diproduksi Swiss & Digunakan untuk Kanker 2021

TRIBUN-VIDEO.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menambahkan obat penghambat reseptor interleukin-6, ke dalam daftar obat perawatan yang diharapkan dapat menyelamatkan pasien Covid-19.

Itu merupakan obat kedua yang direkomendasikan WHO efektif melawan penyakit ini, saat pandemi terus meningkat di seluruh dunia.

WHO mengatakan obat-obatan bekerja sangat baik bila digunakan bersama corticosteroids, yang direkomendasikan oleh WHO pada September 2020.

“Obat-obatan ini menawarkan harapan bagi pasien dan keluarga yang menderita dampak buruk dari Covid-19 yang parah dan kritis,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah pernyataan melansir Al Jazeera pada Rabu (7/7/2021).

Pasien dengan kasus Covid-19 yang parah sering menderita reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh, dan obat interleukin-6 (tocilizumab dan sarilumab) bertindak untuk menekan reaksi berlebihan tersebut.

WHO mengatakan uji coba menunjukkan bahwa pemberian obat ini mengurangi kemungkinan kematian sebesar 13 persen, dibandingkan dengan perawatan standar.

Artinya, dengan penggunaan interleukin-6 diharap akan ada 15 kematian lebih sedikit per seribu pasien, atau sekitar 28 kematian lebih sedikit untuk setiap seribu pasien sakit kritis.

Dengan obat ini, kemungkinan pasien yang sakit parah dan kritis yang memakai ventilator berkurang 28 persen, dibandingkan dengan perawatan standar.

Rekomendasi itu muncul ketika negara-negara di seluruh dunia termasuk Afrika Selatan, Indonesia, dan Bangladesh memerangi gelombang baru virus yang menghancurkan, dipicu oleh varian Delta yang pertama kali muncul di India.

WHO masih berupaya untuk menghapus perlindungan paten pada vaksin Covid-19 untuk meningkatkan akses bagi negara-negara miskin.

Ada juga seruan untuk menghilangkan hambatan “hak kekayaan intelektual” tersebut pada obat-obatan yang penting untuk pengobatan efektif virus corona yang parah.

Tocilizumab termasuk dalam kelas obat yang disebut antibodi monoklonal (mAbs).

Obat ini digunakan dalam pengobatan berbagai penyakit termasuk radang sendi dan kanker, dan diproduksi oleh raksasa farmasi Swiss, Roche. Obat itu dijual di bawah nama merek Actemra.

Mengikuti rekomendasi WHO, Doctors without Borders (dikenal dengan inisial bahasa Perancisnya, MSF) mendesak Roche untuk menurunkan harga obat agar terjangkau dan dapat diakses.

Perusahaan itu juga diminta untuk berbagi pengetahuan, lini sel induk, dan teknologi dari obat itu, sehingga memungkinkan obat itu diproduksi oleh produsen lain lintas dunia.

“Obat ini dapat menjadi penting untuk merawat orang dengan kasus Covid-19 yang kritis dan parah serta mengurangi kebutuhan akan ventilator dan oksigen medis yang langka di banyak tempat,” kata Julien Potet, Penasihat Kebijakan Penyakit Tropis yang Terabaikan di Kampanye Akses MSF dalam sebuah pernyataan.

Menurutnya, Roche harus berhenti mengikuti pendekatan bisnis seperti biasa dan mengambil langkah-langkah mendesak.

Jadi, obat tersebut dapat diakses dan terjangkau oleh semua orang yang membutuhkannya. “Terlalu banyak nyawa yang dipertaruhkan,” ujat Potet.

Sebagian besar obat antibodi monoklonal (mAbs) yang ada mahal.

Jadi obat itu dikhawatirkan tidak terjangkau oleh negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

MSF mengatakan sementara tocilizumab telah ada di pasaran sejak 2009, harganya tetap sangat tinggi di sebagian besar negara.

Dalam dosis 600 mg yang dibutuhkan untuk Covid-19, harga kisarannya dari 410 dollar AS (Rp 5,9 juta) di Australia, 646 dollar AS (Rp 9,3 juta) di India, dan 3.625 dollar AS (Rp 52.5 juta) di Amerika Serikat.

Sementara “Biaya untuk memproduksi tocilizumab diperkirakan setidaknya 40 dollar AS (Rp 579.894) per 400 mg dosis,” terang Potet.

Sarilumab, obat antibodi monoklonal (mAbs) kedua yang direkomendasikan oleh WHO, dibuat oleh perusahaan farmasi AS Regeneron dan pembuat obat Perancis Sanofi.

Produk tersebut dipasarkan dengan merek Kevzara.

Regeneron telah mengajukan dan mendapat paten atas sarilumab dan formulasinya, di setidaknya 50 negara berpenghasilan rendah dan menengah, menurut MSF.

WHO juga meminta produsen untuk mengurangi harga obat, menerima perjanjian lisensi non-eksklusif yang transparan atau mengabaikan hak eksklusivitas.

“Pemblokir reseptor IL-6 (interleukin-6) tetap tidak dapat diakses dan tidak terjangkau untuk sebagian besar dunia,” kata Ghebreyesus.

Menurutnya, distribusi vaksin yang tidak merata membuat orang-orang di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah paling rentan terhadap infeksi parah Covid-19.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “WHO Umumkan Obat
Kedua untuk Perawatan Pasien Covid-19 yang Sakit Parah”, Klik untuk
baca: https://www.kompas.com/global/read/2021/07/07/203548870/who-umumkan-obat-kedua-untuk-perawatan-pasien-covid-19-yang-sakit-parah?page=all#page2.

Link Download Video : DOWNLOAD VIDEO

Source : Youtube

Detail Video

Judul VideoWHO Umumkan Obat Ke-2 untuk Bantu Tangani Pasien Covid-19, Diproduksi Swiss & Digunakan untuk Kanker
Dimensi Video2d
Nama ChannelTribunnews.com
AuthorTribunnews.com
URL Videohttps://www.youtube.com/watch?v=zLPSJjqF-R8
Definisi Videohd

Demikian postingan tentang WHO Umumkan Obat Ke-2 untuk Bantu Tangani Pasien Covid-19, Diproduksi Swiss & Digunakan untuk Kanker, Semoga bermanfaat!

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.