Vonis Hakim Bias Gender untuk Jaksa Pinangki – Opini Budiman

Hello sobat seciko, Berita hari ini Sabtu 24 Juli 2021, ada kabar viral yang banyak menyedot perhatian warga net. Berita tersebut Seciko beri judul Vonis Hakim Bias Gender untuk Jaksa Pinangki – Opini Budiman. Info yang kami rangkum disini berasal dari kanal youtube KOMPASTV. Kamu bisa menonton berita terbaru ini melalui video yang Saya sediakan di bawah ini.

Vonis Hakim Bias Gender untuk Jaksa Pinangki - Opini Budiman

Kalo kamu ingin menonton informasi ini berulang kali, saya sarankan untuk mengunduh Video Vonis Hakim Bias Gender untuk Jaksa Pinangki – Opini Budiman melalui Link Download yang sudah Saya sediakan.

Berikut Vonis Hakim Bias Gender untuk Jaksa Pinangki – Opini Budiman yang berhasil saya rangkum:

Video Vonis Hakim Bias Gender untuk Jaksa Pinangki – Opini Budiman 2021

Detail Video

Judul VideoVonis Hakim Bias Gender untuk Jaksa Pinangki – Opini Budiman
Dimensi Video2d
Nama ChannelKOMPASTV
AuthorKOMPASTV
URL Videohttps://www.youtube.com/watch?v=oq6kw64F4G8
Definisi Videohd
Isi Artikel
Kisah, misteri, dan kontroversi Jaksa Pinangki Sirna Malasari, tetap menarik diikuti. Kejaksaan memutuskan tidak mengajukan kasasi dalam kasus Pinangki.

Artinya, kejaksaan tutup buku perkara Pinangki dengan segala misteri. Ada apa di balik itu semua?

Argumen logis dan yuridis yang masuk akal adalah vonis empat tahun sudah sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

Artinya, kalau Jaksa kasasi, akan menimbulkan betapa inkonsistensinya Kejaksaan. Tuntutan Jaksa dikabulkan, tetapi oleh Majelis Hakim Banding yang hanya memeriksa berkas.

Alasan lain, dengan tidak kasasi, kasus Pinangki berkekuatan hukum tetap. Maka, misteri Pinangki dengan “king makernya” tetap menjadi misteri, tetaplah menjadi rahasia.

Dan itu, akan selalu jadi pertanyaan publik. Siapa sebenarnya King Maker yang bisa mengatur perkara. Ini sebenarnya tidak menguntungkan bagi pihak-pihak terkait.

Yang justru menarik adalah mengapa Majelis Banding mendiskon hukuman Pinangki menjadi empat tahun penjara.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pertama yang diketuai Ignatius Eko Purwanto, menghukum Pinangki sepuluh tahun penjara.

Alasan Hakim Eko Purwanto, tujuan dari pemidanaan bukanlah pemberian nestapa bagi pelaku tindak pidana, melainkan bersifat preventif, edukatif dan korektif, maka tuntutan yang dimohonkan Penuntut Umum dipandang terlalu rendah, kata Eko dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (8/2/2021).

Sementara Peradilan Banding mendiskon hukuman menjadi empat tahun penjara, sama dengan tuntutan Jaksa.

Alasannya: Pinangki mengaku bersalah dan mengatakan menyesali perbuatannya serta telah mengikhlaskan dipecat dari profesinya sebagai Jaksa.

Oleh karena itu, ia masih dapat diharapkan akan berprilaku sebagai warga masyarakat yang baik.
Link Download Video : DOWNLOAD VIDEO

Source : Youtube

Demikian postingan tentang Vonis Hakim Bias Gender untuk Jaksa Pinangki – Opini Budiman, Semoga bermanfaat!

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.