Remaja yang Ngaku Keponakan Jenderal Bintang 2 Ketahuan Ngibul, Kini Hanya Tertunduk Diciduk Polisi

Halo sobat seciko, Berita hari ini Kamis 29 Juli 2021, ada kabar mengejutkan yang banyak menyedot perhatian warga net. Berita tersebut kami beri judul Remaja yang Ngaku Keponakan Jenderal Bintang 2 Ketahuan Ngibul, Kini Hanya Tertunduk Diciduk Polisi. Berita yang kami rangkum disini berasal dari channel youtube Tribunnews.com. Sobat bisa menonton berita terbaru ini melalui video yang Seciko sediakan di bawah ini.

Remaja yang Ngaku Keponakan Jenderal Bintang 2 Ketahuan Ngibul, Kini Hanya Tertunduk Diciduk Polisi

Jika kamu ingin menonton informasi ini berulang kali, seciko sarankan untuk mengunduh Video Remaja yang Ngaku Keponakan Jenderal Bintang 2 Ketahuan Ngibul, Kini Hanya Tertunduk Diciduk Polisi melalui Tautan Unduhan yang sudah Saya sediakan.

Berikut Remaja yang Ngaku Keponakan Jenderal Bintang 2 Ketahuan Ngibul, Kini Hanya Tertunduk Diciduk Polisi yang berhasil kami rangkum:

Video Remaja yang Ngaku Keponakan Jenderal Bintang 2 Ketahuan Ngibul, Kini Hanya Tertunduk Diciduk Polisi 2021

TRIBUN-VIDEO.COM – Pihak kepolisian, akhirnya menangkap pria berbaju loreng yang menolak diberi sanksi saat terjaring razia pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Ciputat, Tangerang Selatan.

Penangkapan pria yang mengaku sebagai keponakan polisi ini dilakukan pada Rabu (7/7/2021),

Saat ditangkap, pria tersebut juga lebih banyak diam dan menunduk.

Dikutip dari TribunJakarta.com, pemuda berinisial RMBF (21) itu kini terancam hukuman pidana selama 1 tahun penjara, karena terjaring razia PPKM darurat dan tidak memakai masker.

Aparat Polres Tangsel kemudian menangkap RMBF di rumah kontrakannya di Perumahan Alstonia Town House pada Rabu (7/7/2021) hari ini.

Kapolres Tangsel AKBP Iman Setiawan menuturkan, pelaku langsung dibawa ke Satreskrim Polres Tangsel untuk dimintai keterangan terkait aksinya.

“Sehingga pada saat ini mengamankan yang bersangkutan di Polres Tangsel dan saat ini dalam proses penyidikan Satreskrim Polres Tangsel,” katanya.


AKBP Iman juga menjelaskan bahwa yang bersangkutan sebenarnya tidak mempunyai saudara yang bekerja di kepolisian.

“Tidak ada kaitannya, tidak ada saudara,” tutur AKBP Iman.

Diduga, pria berinisial RMBF melakukan aksinya karena ingin lolos dari petugas.

“(pembelaan diri menakuti petugas) kemungkinan itu,” jelasnya.

AKBP Iman mengungkapkan, menjerat RMBF dengan Undang-undang wabah penyakit penular, Undang-undang Kekarantinaan kesehatan hingga KUHP karena melanggar petugas.

“Terhadap yang bersangkutan kami kenakan Undang-Undang nomor 4 tahun 1984 tentang wabah menyakit menular dan Undang-Undang nomor 6 tahun 2016 tentang kekarantinaan kesehatan serta pasal 216 ayat 1 KUHP yang ancaman maksimal satu tahun,” pungkas Iman.

Aksi remaja tersebut sebelumnya viral di media sosial saat ia terjaring razia karena tak mengenakan masker di Bilangan Jalan Maruga, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten Senin (5/7/2021).

Saat ditanya oleh Kabid Penegak Satpol PP, remaja itu mengaku bahwa kerabatnya bekerja di Korlantas.

Remaja tersebut bahkan terlibat cekcok dengan aparat hingga mengaku sebagai keponakan jenderal.’

(Tribun-Video.com)



Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Tak Pakai Masker & Ngaku Keponakan Jenderal, Pemuda di Tangsel Tak Berkutik saat Ditangkap Polisi,

https://jakarta.tribunnews.com/2021/07/07/tak-pakai-masker-ngaku-keponakan-jenderal-pemuda-di-tangsel-tak-berkutik-saat-ditangkap-polisi?

Link Download Video : DOWNLOAD VIDEO

Source : Youtube

Detail Video

Judul VideoRemaja yang Ngaku Keponakan Jenderal Bintang 2 Ketahuan Ngibul, Kini Hanya Tertunduk Diciduk Polisi
Dimensi Video2d
Nama ChannelTribunnews.com
AuthorTribunnews.com
URL Videohttps://www.youtube.com/watch?v=V2TtFJ7Uj9U
Definisi Videohd

Demikian postingan tentang Remaja yang Ngaku Keponakan Jenderal Bintang 2 Ketahuan Ngibul, Kini Hanya Tertunduk Diciduk Polisi, Semoga bermanfaat!

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.