Otak Selebaran Provokatif Berbahasa Jawa di Blora Ditangkap, Kini Menyesal: Mohon Maaf Pak Presiden

Hi sobat seciko, Berita hari ini Selasa 21 September 2021, ada kabar viral yang banyak mencuri perhatian masyarakat. Berita tersebut kami beri judul Otak Selebaran Provokatif Berbahasa Jawa di Blora Ditangkap, Kini Menyesal: Mohon Maaf Pak Presiden . Info yang kami rangkum disini berasal dari kanal youtube Tribunnews. Kamu bisa menonton informasi terbaru ini melalui video yang Seciko cantumkan di bawah ini.

Otak Selebaran Provokatif Berbahasa Jawa di Blora Ditangkap, Kini Menyesal: Mohon Maaf Pak Presiden

Jika kamu ingin menonton berita ini berulang kali, seciko sarankan untuk mendownload Video Otak Selebaran Provokatif Berbahasa Jawa di Blora Ditangkap, Kini Menyesal: Mohon Maaf Pak Presiden melalui Tautan Unduhan yang sudah Saya sediakan.

Berikut Otak Selebaran Provokatif Berbahasa Jawa di Blora Ditangkap, Kini Menyesal: Mohon Maaf Pak Presiden yang berhasil kami rangkum:

Video Otak Selebaran Provokatif Berbahasa Jawa di Blora Ditangkap, Kini Menyesal: Mohon Maaf Pak Presiden 2021

Detail Video

Judul VideoOtak Selebaran Provokatif Berbahasa Jawa di Blora Ditangkap, Kini Menyesal: Mohon Maaf Pak Presiden
Dimensi Video2d
Nama ChannelTribunnews
AuthorTribunnews
URL Videohttps://www.youtube.com/watch?v=hLOaQrximy8
Definisi Videohd
Isi Artikel
TRIBUN-VIDEO.COM – Dikabarkan sebelumnya, pelaku penyebaran selebaran provokatif berbahasa Jawa di Blora telah ditangkap polisi.

Kini otak penyebar meminta maaf karena telah membuat keresahan di masyarakat.

Ia menyampaikan permohonan maaf tersebut menggunakan bahasa Jawa termasuk ke gubernur dan presiden.

Otak penyebaran selebaran provokatif tersebut bernama Samijo alisa Suro Sentiko Samin.

Ia meminta maaf di Mapolres Blora pada Kamis (12/8/2021).

Samijo menyampaikan permohonan maafnya kepada presiden, gubernur, bupati, polisi dan Dandim.

“Mohon maaf kalih Bapak Presiden, mohon maaf kalih Gubernur, mohon maaf kalih Bapak Bupati, mohon maaf kalih bapak polisi, mohon maaf kalih bapak Dandim. Lha kulo badhe memperbaiki lampah kulo announce mboten pantes dirungokke wong,” ucap Samijo.

Dikutip dari Kompas.com, Kamis (12/8/2021), Samijo mengakui selebaran provokatif tersebut memang merupakan ide yang dilakukannya.

Ia kemudian menyuruh seseorang menuliskan ide tersebut di atas kertas.

Samijo mengakui ide tersebut merupakan ide dadakan yang tak disengaja dan tak direncanakan sebelumnya.

“Lha wong niku mboten jarak kok, mungkin pemahaman itu ndadak, dadi mboten diancang- mboten (ide tersebut tidak disengaja, pemahaman dadakan, dan sehingga tidak direncanakan sebelumnya),” katanya.

Ia menyesali perbuatannya dan mengaku bukan seorang yang berpendidikan.

“Nyuwun ngapuro nggih, pancen wong deso sekolah mawon mboten dadi ngomong kadang saget kadang mboten (minta maaf ya, memang saya orang desa enggak bersekolah, sehingga berbicara kadang bisa kadang tidak),” jelasnya.

Penulis ide Samijo bernama Rohmat juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.

“Selamat pagi, kami bersama rekan-rekan, mohon maaf kepada bapak Presiden, Panglima TNI, Kapolri, Kapolda, Pangdam, Gubernur, Bupati, Kapolres, pak Dandim, para pejabat daerah dan masyarakat Indonesia khususnya Blora, saya memohon maaf atas perbuatan saya yang telah menghasut dan memprovokasi masyarakat untuk berbuat tidak baik sehingga membuat masyarakat resah,” katanya.

Pihaknya juga berterima kasih kepada penegak hukum lantaran telah menyadarkan tindakan yang salah itu.

“Hal ini saya perbuat dikarenakan kesalahan dan kekhilafan serta kebodohan kami, kami mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak aparat yang telah menyadarkan dan memberikan pengetahuan bahwa yang kami lakukan adalah salah,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, beredar sebuah selebaran provokatif di Blora.

Dalam selebaran berbahasa Jawa yang diduga memuat kalimat provokasi tersebut tertulis nama ‘Surosentiko Samin, tokoh penentang penjajahan Belanda di masa lalu.

Dalam selebaran itu, terdapat ajakan kerusuhan yang menyasar toko-toko milik etnis tertentu, minimarket hingga perusahaan milik luar negeri.

Bahkan perbekalan senjata sudah dipersiapkan.

Dalam selebaran itu ditulis, aksi akan dimulai hari Jumat Legi mendatang.

(Tribun-Video.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Ditangkap, Otak Selebaran Provokatif di Blora: Mohon Maaf “Kalih” Pak Presiden”, Klik untuk baca: taught/2021/08/12/100209078/ditangkap-otak-selebaran-provokatif-di-blora-mohon-maaf-kalih-pak-presiden?page=all#page2.
Penulis : Kontributor Blora, Aria Rusta Yuli Pradana
Editor : Khairina
Link Download Video : DOWNLOAD VIDEO

Source : Youtube

Demikian video tentang Otak Selebaran Provokatif Berbahasa Jawa di Blora Ditangkap, Kini Menyesal: Mohon Maaf Pak Presiden , Semoga bermanfaat!

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.