KPK Usut Peran Rudy Hartono Bahas Pengadaan Tanah Munjul di PT Adonara Propertindo

Hello sobat seciko, Berita hari ini Minggu 25 Juli 2021, ada kabar viral yang banyak mencuri perhatian warga net. Berita tersebut Seciko beri judul KPK Usut Peran Rudy Hartono Bahas Pengadaan Tanah Munjul di PT Adonara Propertindo. Informasi yang kami rangkum disini berasal dari kanal youtube Tribunnews.com. Kamu bisa menonton berita terbaru ini lewat video yang Seciko cantumkan di bawah ini.

KPK Usut Peran Rudy Hartono Bahas Pengadaan Tanah Munjul di PT Adonara Propertindo

Kalo kamu ingin menonton informasi ini berulang kali, saya sarankan untuk mengunduh Video KPK Usut Peran Rudy Hartono Bahas Pengadaan Tanah Munjul di PT Adonara Propertindo melalui Tautan Unduhan yang sudah Penulis sediakan.

Berikut KPK Usut Peran Rudy Hartono Bahas Pengadaan Tanah Munjul di PT Adonara Propertindo yang berhasil saya rangkum:

Video KPK Usut Peran Rudy Hartono Bahas Pengadaan Tanah Munjul di PT Adonara Propertindo 2021

Detail Video

Judul VideoKPK Usut Peran Rudy Hartono Bahas Pengadaan Tanah Munjul di PT Adonara Propertindo
Dimensi Video2d
Nama ChannelTribunnews.com
AuthorTribunnews.com
URL Videohttps://www.youtube.com/watch?v=XJBKRPXHvWg
Definisi Videohd
Isi Artikel
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut peran Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur Rudy Hartono Iskandar (RHI) yang diduga aktif berperan membahas pengadaan tanah di Munjul, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur di PT Adonara Propertindo.

Dugaan tersebut didalami penyidik KPK saat memeriksa Rudy yang juga pemilik showroom Rhys Auto Gallery sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul Kelurahan Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur Tahun 2019, Senin (12/7/2021).

Selain soal peran aktif Rudy membahas pengadaan tanah Munjul, tim penyidik juga mencecar Rudy mengenai hubungannya dengan PT Adonara Propertindo yang juga tersangka kasus ini.

Rudy diduga memiliki peran penting di perusahaan yang bergerak di sektor properti tersebut.

Hal ini lantaran istri Rudy, Anja Runtuwene yang juga tersangka dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul merupakan Wakil Direktur PT Adonara Propertindo.

“Hari ini pemeriksaan yang bersangkutan (Rudy Hartono Iskandar) dalam kapasitasnya sebagai tersangka untuk pertama kalinya. Dalam pemeriksaan tersebut antara lain penyidik mendalami beberapa hal mengenai status hubungan tersangka dengan PT AP (Adonara Propertindo), serta dugaan peran aktif tersangka RHI dalam pembahasan internal di PT AP terkait pengadaan tanah di Munjul,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ipi Maryati Kuding dalam keterangannya, Senin (12/7/2021).

KPK sebelumnya mengultimatum Rudy Hartono untuk kooperatif menjalani proses hukum kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul Kelurahan Pondok Ranggongon, Cipayung, Jakarta Timur Tahun 2019.

Peringatan itu disampaikan KPK lantaran Rudy Hartono mangkir atau tidak memenuhi panggilan pemeriksaan tim penyidik pada Senin (14/6/2021).

Padahal, surat panggilan pemeriksaan terhadap Rudy Hartono telah disampaikan secara patut.

Namun, Rudy tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik dengan alasan sedang sakit.

“Yang bersangkutan mengonfirmasi melalui surat tidak bisa hadir dengan alasan sakit dan meminta untuk dilakukan penjadwalan ulang. KPK mengimbau dan mengingatkan yang bersangkutan untuk kooperatif hadir pada penjadwalan pemanggilan ulang selanjutnya,” kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (14/6/2021).

Diketahui, KPK menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Tahun 2019.

Para tersangka masing-masing mantan Direktur Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles, Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene, Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Ardian, Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur Rudy Hartono Iskandar, serta PT Adonara Propertindo selaku tersangka korporasi.

KPK menduga, pelaksanaan pengadaan tanah di Munjul oleh Perumda Pembangunan Sarana Jaya diduga dilakukan secara melawan hukum.

Dugaan perbuatan melawan hukum tersebut antara lain tidak adanya kajian kelayakan objek tanah, tidak dilakukan kajian appraisal dan didukung kelengkapan persyaratan sesuai dengan peraturan terkait.

Kemudian, beberapa proses dan tahapan pengadaan tanah juga dilakukan tidak sesuai SOP serta adanya dokumen yang disusun secara backdate, serta adanya kesepakatan harga awal antara pihak Anja Runtuwene dan Perumda Sarana Jaya sebelum proses negosiasi dilakukan.

Atas perbuatan para tersangka, negara diduga dirugikan sedikitnya Rp152,5 miliar.
Link Download Video : DOWNLOAD VIDEO

Source : Youtube

Demikian postingan tentang KPK Usut Peran Rudy Hartono Bahas Pengadaan Tanah Munjul di PT Adonara Propertindo, Semoga bermanfaat!

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.