• Tak Berkategori

INI INFO TERKAIT KENAIKAN GAJI PNS / ASN TAHUN 2018

INI INFO TERKAIT  KENAIKAN GAJI PNS / ASN TAHUN 2018

 Kementerian Keuangan, dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018, belum memastikan apakah akan ada kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) tahun depan. Bendahara negara saat ini masih dalam proses pengkajian.

“Nanti deh, APBN-nya belum (disepakati). Semuanya nanya-nanya, nanti jadi bengkok-bengkok,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Senin (12/6).
Sejauh ini, menkeu baru memastikan akan adanya gaji ke-13 pada tahun depan. Belanja pemerintah tahun depan, lanjutnya, juga masih memasukkan subsidi pada sejumlah komoditas.
“Subsidi akan ada, lebih tepat sasaran. Elpiji 3 Kg akan tetap ada, juga pembangunan gas kota, listrik 450 VA juga tetap ada, subsidi benih tetap ada fokus di pembiayaan holtikultura,” tuturnya.
Selain itu, belanja sosial pemerintah seperti beras sejahtera atau bantuan sosial akan tetap dipertahankan. “Rastra dan Bansos akan meningkat jumlah keluarganya di semester II-2017 dan akan dipertahankan di 2018.”
Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan mengungkapkan alasannya sudah 3 tahun tidak menaikkan gaji pegawai negeri sipil (PNS), dan masih menerapkan kebijakan pemberian tunjangan hari raya (THR).

Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, tidak dinaikannya gaji PNS dalam rangka finalisasi skema dana pensiun bagi PNS yang mana nantinya para aparatur sipil negara memiliki dana yang banyak saat masa purna tugas.

“Iya itu tadi kita, pemerintah masih melakukan evaluasi program pensiunan. Dan itu kalau kita lihat untuk take home pay-nya tetap kita pertahankan,” ungkap dia.
Pensiun menjadi beban pemerintah bila terus dipertahankan dengan skema yang sama. Sekarang anggaran yang harus disiapkan mencapai Rp 90 triliun, yang akan meningkat bila ada kenaikan gaji.
Dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) tahun anggaran 2018, pemerintah tetap menerapkan skema gaji ke-13 dan THR untuk PNS, selain itu pemerintah juga akan memberikan THR bagi pensiunan PNS yang sebelumnya hanya mendapat gaji ke 13 saja.
Selain itu, pemerintah di RAPBN 2018 juga menaikkan jumlah uang makan untuk TNI dan Polri sebesar Rp 5.000 per hari, dari yang semula Rp 55.000 menjadi Rp 65.000 per hari.
Askolani mengungkapkan, kenaikan uang lauk pauk untuk TNI dan Polri ini sebagai bentuk dukungan pemerintah kepada lantaran memiliki risiko kerja yang tinggi.

“Untuk mendukung tugas-tugas mereka, kan tugas mereka risikonya lebih tinggi. Itukan 2 tahun sekali konsisten naikan itu, sebelumnya itu kan Rp 30.000-an, kalau PNS Rp 30.000-an dan itu hanya untuk hari kerja, mereka kan harus standby 24 jam,” tutup dia.


Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi sedang menyusun peraturan pemerintah (PP) tentang sistem gaji dan tunjangan untuk pegawai negeri sipil atau Aparatur Sipil Negara (ASN). Rencananya, sistem penggajian baru PNS / ASN ini akan efektif berlaku mulai 2018.

Pada tanggal 12 Agustus 2015 yang lalu sebagaimana dirilis dalam laman bisniskeuangan.kompas.com, Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, saat ini draf rancangan PP sistem penggajian baru PNS / ASN tersebut dalam tahap harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM.

“Kami harapkan September depan sudah selesai dan berlaku mulai tahun anggaran 2018,” kata dia kepada Kontan sebagaimana dirilis kompas.com (Rabu, 12/8/2015)

Sesuai amanat UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, rumusan upah yang diterima bagi PNS alias take home pay hanya akan terdiri dari tiga komponen, yakni gaji pokok, tunjangan kinerja, dan tunjangan kemahalan. Untuk gaji pokok, akan ada peningkatan rasio atau perbandingan antara besaran gaji terendah PNS dan gaji tertinggi PNS.

Gaji pokok tidak lagi berdasarkan masa kerja, tetapi didasarkan pada beban kerja, tanggung jawab, dan risikonya. Saat ini, rasio gaji pokok yang berlaku mencapai 1:3,7. Contohnya, jika gaji pokok terendah PNS sekitar Rp 1,2 juta, gaji pokok tertinggi sebesar Rp 4,44 juta.

Ke depan, rasionya naik menjadi 1:11,9 sehingga gaji pokok PNS tertinggi bisa melonjak Rp 14,3 juta. Penerapan sistem gaji baru akan dilakukan pada 2018 lantaran pemerintah membutuhkan persiapan untuk sosialiasi ke seluruh daerah sekaligus persiapan anggarannya di daerah. Dengan aturan ini gaji pokok PNS tahun 2018 bisa mencapai Rp 14,3 juta

Setiawan menjamin sistem baru ini tidak akan menaikkan porsi belanja pegawai yang jumlahnya kini sudah mencapai sekitar Rp 270 triliun per tahun.

Terkait pemberian manfaat bagi para pensiunan PNS, “calon beleid” ini belum memiliki ketentuan yang jelas agar tidak merugikan PNS dan negara. “Kontribusi yang dibayar negara masih perlu dihitung dan diharmonisasi lagi,” kata Setiawan.



Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.