Airlangga Hartarto Beberkan Alasan Pemerintah Ganti Istilah PPKM Darurat Menjadi PPKM per Level

Hi sobat seciko, Berita hari ini Sabtu 24 Juli 2021, ada kabar mengejutkan yang banyak menyedot perhatian masyarakat. Berita tersebut Seciko beri judul Airlangga Hartarto Beberkan Alasan Pemerintah Ganti Istilah PPKM Darurat Menjadi PPKM per Level. Info yang kami rangkum disini berasal dari channel youtube Tribunnews. Sobat dapat menonton berita terbaru ini melalui video yang kami cantumkan di bawah ini.

Airlangga Hartarto Beberkan Alasan Pemerintah Ganti Istilah PPKM Darurat Menjadi PPKM per Level

Jika Anda ingin menonton berita ini berulang kali, seciko sarankan untuk mendownload Video Airlangga Hartarto Beberkan Alasan Pemerintah Ganti Istilah PPKM Darurat Menjadi PPKM per Level melalui Link Download yang sudah Seciko sediakan.

Berikut Airlangga Hartarto Beberkan Alasan Pemerintah Ganti Istilah PPKM Darurat Menjadi PPKM per Level yang berhasil seciko rangkum:

Video Airlangga Hartarto Beberkan Alasan Pemerintah Ganti Istilah PPKM Darurat Menjadi PPKM per Level 2021

Detail Video

Judul VideoAirlangga Hartarto Beberkan Alasan Pemerintah Ganti Istilah PPKM Darurat Menjadi PPKM per Level
Dimensi Video2d
Nama ChannelTribunnews
AuthorTribunnews
URL Videohttps://www.youtube.com/watch?v=23wZq_CZwYg
Definisi Videohd
Isi Artikel
TRIBUN-VIDEO.COM – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto mengungkap alasan di balik pergantian istilah PPKM Darurat menjadi PPKM dengan level-level.

Airlangga mengatakan pemerintah melakukan pergantian karena mengikuti arahan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

Selain itu, pergantian istilah tersebut juga dikarenakan adanya permintaan dari para gubernur dan publik untuk mengubah istilah PPKM Darurat.

“Terkait dengan level memang kita mengikuti apa yang diarahkan oleh WHO dan kita menggunakan dua level, yaitu level transmisi dan kapasitas respons,” ujar Airlangga, dalam konferensi pers terkait perpanjangan PPKM Darurat, Rabu (21/7/2021).

“Istilah darurat itu memang kita harmonisasikan dengan level 1, 2, 3, 4 karena memang ini ada permintaan juga dalam ratas dengan para gubernur, dimana para gubernur juga mengusulkan bahwa istilahnya diubah. Demikian pula dari publik,” imbuhnya.

Airlangga menjelaskan bahwa terdapat kriteria-kriteria yang dijadikan acuan dalam menentukan level di PPKM.

Salah satunya kriterianya adalah kasus konfirmasi. Dia mencontohkan suatu kota akan menerapkan PPKM level 4 apabila kasus konfirmasi positifnya per 100 ribu penduduk itu di atas 150.

Kemudian tingkat perawatan per 100 ribu penduduk di atas 30.

“Kemudian juga untuk kita melihat kemampuan terbatas daripada testing positif. Kemudian mendorong kontak tracing-nya dan terkait dengan BOR-nya,” ungkapnya.

“Sehingga apabila salah satu dari kriteria tersebut yang kena, itu kita masukkan dalam level 4. Level 4 ini di Kemenkes ada secara harian sehingga kita juga menjaga berdasarkan data mingguannya sehingga kita bisa menentukan jumlah-jumlah kotanya kemudian,” imbuh Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga menegaskan bahwa kriteria level PPKM sudah tercantum dengan jelas dalam Instruksi Mendagri.

“Agar mendapatkan kejelasan antara kapan kita masuk dalam level 1, kapan level 2, dan kapan level 3, dan kapan level 4. Di dalam Inmendagri ini sudah kita bedakan antara level 4 dan level 3 dengan kriteria yang jelas dan diberikan jumlah target, karena ini penting untuk memonitor,” tandasnya.


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ini Alasan Pemerintah Ganti Istilah PPKM Darurat Menjadi PPKM Per Level, .
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hasanudin Aco
Link Download Video : DOWNLOAD VIDEO

Source : Youtube

Demikian berita tentang Airlangga Hartarto Beberkan Alasan Pemerintah Ganti Istilah PPKM Darurat Menjadi PPKM per Level, Semoga bermanfaat!

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.